Senin, 04 November 2013

Tuntunan Hidup Agar Jangan Sampai Tersesat, Tidak Ada Arwah Orang Yang Meninggal Gentayangan



Fenomena anak indigo makin banyak muncul ditengah masyarakat. Sayang, hingga saat ini belum banyak yang mengkritisi anak indigo dari tinjauan syari’at.

Kutipan artikel koran :

Hari itu, 8 Agustus 2004, Riska Milandari sedang mengadakan pesta kecil merayakan ulang tahun ke-36. suasana bahagia melingkupi rumah keluarga di kawasan Pondok Jaya Raya, Mampang, Jakarta Selatan. Namun suasana sedikit berubah ketika Tasya, putrinya yang berusia 2,5 tahun, berujar bahwa sanga opa (kakek Tasya) ikut datang kedalam pesta. “Kami kaget karena opa sudah meninggal,” kata Riska. Tetapi, Tasya bersikukuh bahwa opah ada dan sedang bediri diruang tamu. Agar tak mengecewakan si buah hati, Riska pun memenuhi keinginan putrinya untuk “seakan-akan” melihat sang kakek.

“Ya, memang sering begitu, Tasya biasa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain,“ kata Riska. Pengalaman melihat opa yang sebetulnya sudah meninggal itu hanya sedikit kisah di antara banyak “kelebihan” Descka Putri Anastasya- nama lengkap Tasya. Menurut Riska, Tasya mempunyai kelebihan kemampuan unik yang disebut sebagai anak indigo.

Penjelasan Syari'at:

Rizka sang anak indigo yang bisa melihat arwah Opanya yang telah meninggal datang menemui dia sewaktu ulang tahun sesungguhnya anak tersebut sudah ditipu oleh syaitan, sebab tidak ada satu ayat pun atau hadist yang menjelaskan bahwa arwah manusia yang telah meninggal dunia bisa jalan-jalan seperti arwah Opa Riska yang menemui anak tersebut ketika ulang tahun, sebab Nabi Muhamad SAW bersabda:

“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan ANAK SHALEH YANG MENDOAKAN (ORANG TUANYA).” (HR.Bukhari & Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa orang yang sudah meninggal dunia, akan terputus semua amalnya dan tidak akan bisa di panggil dan berkomunikasi atau berhubungan dengan orang-orang yang ada di dunia ini. Apalagi ada arwah gentayangan yang sempat-sempatnya menemui cucunya ulang tahun. Karena arwah orang yang baik atau jahat ketika dicabut dari jasadnya telah kembali ke tempat yang telah disediakan Allah. Arwah orang-orang yang shaleh disediakan tempat yang terpisah dari arwah orang-orang kafir. Sebagaimana yang termaktub dalam shahih Muslim 4/2202 no. 2872 dalam hadits tentang tempat kembalinya roh mukmin dan kafir.

Dalam riwayat tersebut disebutkan nama kedua tempat kembalinya, yaitu akhirul ajal. Tetapi Qodhi ‘Iyadh menjelaskan bahwa kedua kata itu berbeda arti. Roh orang mukmin akan kembali ke al-Malaul A’la atau ‘Illiyyin (tempat yang paling tinggi), dan roh orang kafir kembali ke Sijjin (tempat yang paling bawah). Pernyataan beliau didukung oleh hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dari Abu Said al-Khudri yang jelas menyebut Sijjin sebagai tempat kembali roh orang kafir. Jadi, tidak ada roh gentayangan dalam kajian Islam.

Kalau begitu yang menampakkan diri dan menyerupai sosok Opa Riska yang telah meninggal dunia? Penampakan itu adalah penampakan yang dilakukan oleh Jin Qarin. Memang jin mampu merubah dirinya dalam bentuk yang dikehendaki oleh Allah sesuai dengan izin-Nya, hanya saja bangsa jin tidak bisa menyerupai sosok Rasulullah Muhammad SAW, “syaitan tidak akan bisa menyerupaiku, begitulah Rasulullah Muhammad SAW menegaskannya dalam hadist riwayat imam bukhari dan imam muslim.

Jadi kalau ada penampakan seperti sosok orang yang telah meninggal, itu bukan Arwah orang yang penasaran atau gentayangan. Tapi itu ulah Jin Qarin untuk menyesatkan manusia. Dan kelihatannya misi mereka berhasil, karena banyak masyarakat yang termakan oleh persepsi yang salah dan malah menyebut gangguan jin pada anak sebagai kelebihan dan dianggap anak indigo!

Qarin

Qarīn (Arab:قرين, Qɑrɪn) adalah istilah yang digunakan untuk menunjuk kepada malaikat dan jin (golongan syaitan) yang mendampingi setiap manusia. Istilah ini digunakan di dalam Al-Qur'an dan dikatakan bahwa Qarin itu mengikuti manusia sejak lahir hingga mengalami ajalnya. Kedua makhluk itu dianggap sebagai "kembaran setiap manusia."

Menurut keyakinan umat Muslim bahwa, pada umumnya Jin Qarin ini bertugas mendorong dampingannya untuk berbuat kejahatan. Dia membisikkan was-was, melalaikan salat, berat ketika hendak membaca Al-Quran dan sebagainya dan ia bekerja sekuat tenaga untuk menghalang dampingannya membuat ibadah dan kebaikan.

Untuk mengimbangi adanya pendamping jahat, Allah mengutus Malaikat Qarin yang selalu membisikkan hal-hal kebenaran dan mengajak membuat kebaikan. Dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jin Qarin yang mendampingi Muhammad telah memeluk Islam, sehingga Muhammad selalu terjaga dari kesalahan.

Etimologi

Perkataan Qarin berasal daripada bahasa Arab yang berarti "teman", "pasangan" atau "pendamping". Kata qarin kemudian digunakan oleh kalangan Muslim Asia Tenggara, diartikan sebagai makhluk-makhluk halus yang sentiasa mendampingi manusia, sejak seseorang itu dilahirkan hingga dia meninggal dunia, kemudian sampai pada hari kebangkitan.

Qarin dalam Al-Qur'an dan Hadits

Al-Qur'an telah menjelaskan tentang adanya Qarin dalam surah Az Zukhruf
Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. (Az Zukhruf 43:36)

Hadits mengenai Qarin pun telah dicatat oleh Imam Ahmad dan Imam Muslim, Muhammad bersabda kepada Abdullah Mas'ud, "Setiap kamu ada Qarin daripada bangsa jin, dan juga Qarin daripada bangsa malaikat. Mereka bertanya: "Engkau juga ya Rasulullah." Sabdanya: "Ya aku juga ada, tetapi Allah telah membantu aku sehingga Qarin itu dapat kuislamkan dan hanya menyuruh aku dalam hal kebajikan saja."[1]
Dalam kisah yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah, bahwa ketika tiba giliran Iblis untuk meminta, iapun berkata, “Ya Tuhanku, manusia (Adam) inilah yang telah Engkau muliakan atasku, kalau Engkau tidak memperhatikannya, aku tidak akan kuat menghadapinya.” Allah berfirman yang artinya, “Tidak akan dilahirkan seorang anak dari nya kecuali dilahirkan pula seorang anak dari bangsa kamu.” Iblis berkata lagi, “Ya Tuhanku, berilah tambahan kepadaku.” Allah s.w.t. berfirman, “Kamu dapat berjalan berjalan ditubuh mereka seperti mengalirnya darah dan kamu dapat membuat hati mereka sebagai rumah-rumah untuk kamu.”

1 komentar:

  1. Saya sependapat, ........ tidak ada arwah gentayangan!!!!

    BalasHapus